Pembinaan Generasi Muslim Berdasarkan Konsep Nabawi

tarbiyah jihadiyahMuqodimah

Oleh: Ustadz. Abdulloh Yusuf Azzam

Sesungguhnya segala puji milik ALLOH Subhanahu wa Ta’ala. Kami memujiNya, meminta pertolongan kepadaNya, dan meminta ampunanNya. Dan kami minta perlindungan kepada ALLOH dari kejahatan kami dan keburukan amal-amal kami. Barang siapa yang telah diber petunjuk oleh ALLOH, maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan ALLOH (na’udzubillah), maka tidak ada seorang pu yang dapat memberinya petunjuk. Kami bersaksi tiada Illah yang berhak diibadahi kecuali ALLOH Subhanahu wa Ta’ala saja, tidak ada sekutu bagiNya. Dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya yang telah menunaikan amanah, menyampaikan risalah, serta memberikan nasihat kepada umat.

Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan atasmu, wahai junjunganku, wahai Rasulullah SAW. Engkau yang telah membina generasi islam pertama, dan senantiasa generasi umat itu terbina berdasarkan petunjukmu. Mudah-mudahan ALLOH meridhoi semua sahabatmu serta para pengikutnya dan para pengikut-pengikutnya dengan baik sampai hari kiamat. Aamiin !

Amma Ba’du, “ya ALLOH tidak ada kemudahan kecuali apa yang telah engkau jadikan mudah. Dan Engkau jadikan kesedihan itu mudah manakala Engkau menghendakinya”

TARBIYAH NABI TERHADAP GENERASI ISLAM PERTAMA

Yang kami maksud dengan “Generasi Pertama” adalah para sahabat. Sahabat adalah orang yang bertemu Nabi SAW, muslim, dan mati sebagai muslim. Para sahabat adalah generasi yang dipuji oleh ALLOH dan RasulNya. Dalam surat Al-Fath disebutkan:

“Muhammad adalah utusan ALLOH, dan orang-orang yang bersama dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir , tetapi lemah lembut terhadap sesama mereka.” (Al-Fath: 29)

Sesungguhnya ALLOH telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin, dan orang-orang Anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan.” (At-Taubah: 117)

Al-Quran telah bersaksi, sedangkan dalil Al-Quran itu qath’i dan pasti bahwa tiga puluh ribu sahabat yang ikut andil dalam perang tabuk telah diampuni ALLOH Subhanahu wa Ta’ala.

“sesungguhnya ALLOH telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika merka berjanji setia kepadamu di bawah pohon.” (Al-Fath: 18)

Adapun mereka yang ikut dalam Bai’atur Ridhwan berjumlah seribu empat ratus orang. Berdasarkan nash Al-Quran, mereka telah diridhai oleh ALLOH Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam hadits shahih disebutkan:

“sebaik-baik kurun (abad/masa) adalah kurunku, kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudah mereka.” (Al-Bukhari. Lihat shahih al-jami’ Ash-shaghir).

Dalam hadits shahih dari riwayat Abu Sa’id Al-Khudri disebutkan, “pernah terjadi pertengkaran antara Khalid bin Walid dengan Abdurrahmaan bin auf. Dalam pertengkaran tersebut khalid mencacinya. Maka Rasulullah SAW bersabda:

Janganlah kamu sekalian memaki salah seorang shabatku. Karena sesungguhnya sekiranya seseorang di antara kalian menginfaqkan emas semisal gunung uhud, maka amalnya itu belum mencapai satu mud (kurang lebih 6 ons) seseorang diantara mereka atau setengahnya. (Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim. Lihat Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir)

Padahal Khalid bin Walid juga seorang sahabat. Akan tetapi, karena Abdurrahman lebih awal keislaman dan persahabatannya dengan Nabi, Rasulullah SAW marah kepada Khalid seraya berkata, “wahai Khalid, sesungguhnya kemuliaan persahabatan Abdurrahman, jika engkau berinfaq emas sebesar gunung uhud, dan engkau juga seorang sahabat, maka amalmu itu tidak akan mencapai amalnya.” Kendati Khalid sendiri telah mulai berinfaq sebelum Fathu Mekkah serta ikut perang.

“tidak sama diantara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum menahlukan Makkah. Mereka lebih tinggi derajadnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu.” (Al-Hadid: 10)

Dalam shahih muslim dari hadits Jabir disebutkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda:

“Tidak akan masuk neraka, seseorang yang pernah berbaiat dibawah pohon (Bai’atur Ridhwan).” (HR. Muslim dalam Shahihnya)

Ibnu Mas’ud berkata, “sesungguhnya ALLOH mengamati hati hamba-hambaNya, maka Dia dapati hati Muhammad itu lebih baik dari hati seluruh hambaNya, maka Dia pun memilih dan mengangkatnya sebagai Rasul untuk mengemban RisalahNya. Maka ALLOH mengamati hati hamba-hambaNya sesudah hati Muhammad SAW, maka Dia dapati hati para Sahabatnya (Muhammad SAW) itu lebih baik dari hati seluruh hamba. Lantas mereka dijadikan oleh ALLOH sebagai penolong-penolong NabiNya.”

Ibnu Hajar berkata, “Umat islam telah bersepakat bahwa kemuliaan sahabat tidak  dapat dibandingkan dengan apa pun.”

Dalam buku aqidahnya, Abu Ja’far Ath-Thahawi mengatakan, “dan kami mencintai sahabat Rasululloh SAW dengan tidak mengurangi sedikit pun kecintaan kami kepada seseorang di antara mereka atau mengatakan sesuatu yang tidak baik terhadap mereka dan kami tidak mengatakan tentang mereka kecuali yang baik.

“mencintai mereka adalah termasuk bagian dari Islam, Iman, dan Ihsan, sedangkan membenci mereka adalah tindak kekufuran, kemunafikan dan melampaui batas.”

Golongan manusia pilihan yang mulia ini, dipilih oleh ALLOH Rabbul ‘Izzati untuk menguatkan agamaNya dan membela syariatNya.

“dialah yang memperkuatmu dengan pertolonganNya dan dengan para Mukmin.” (AlAnfal: 62)

Lihatlah, generasi satu-satunya sekaligus prototype unik dalam sejarah manusia ini muncul dari dua sampul kitab. Mereka menerjemahkan ayat-ayat hingga merubah firman-firman menjadi amal nyata. Sampai-sampai, engkau tidak akan mampu membedakan kehidupan mereka dari ayat Al-Quran.

“kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegak dari yang munkar, dan beriman kepada ALLOH.” (Ali ‘Imraan: 110)

Para sahabat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang kuat dan matang dengan akar yang kokoh menghujam ke dasar bumi.

“akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya.” (Ibrahim: 24-25)

apa sebenarnya prinsip-prinsip yang menjadi esensi pembinaan generasi ini? Fondasi yang digunakan sang Murabbi, yaitu Nabi Muhammad SAW untuk membangun bangunan yang besar, mengagumkan dan mempunyai keteraturan yang luar biasa ini ?

                                                      Bersambung insya ALLOH …